Tampilkan postingan dengan label SYSADMIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYSADMIN. Tampilkan semua postingan

Konfigurasi Merubah Default Port Telnet di Debian 8.11



Pada lab ini saya akan mencoba merubah port default telnet yaitu 23 menjadi port 30, karena untuk melakukan keamanan server. Agar server tidak di bobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Syarat untuk merubah port harus sudah install aplikasi telnet dulu.

Berikut langkah-langkahnya:

Ketikkan perintah “netstat –tanp | grep 30


Perintah ini berfungsi untuk melihat seluruh services yang berjalan di server dan grep 30 untuk menampilkan nomor port yang dimasukkan. Jika hasilnya grep 30 muncul berarti port tersebut ada

Selanjutnya kita mengedit port nya di services ke dalam text editor nano dengan perintah “nano /etc/services”


Jika sudah masuk ke dalam services maka cari nama telnet dan akan tertera port nya. Jika setelah ketemu lalu mengganti port dengan nomor yang sudah di cek tadi. Kemudian simpan konfigurasinya dengan ctrl+X tekan Y kemudian enter dan kemudian reboot komputer



Kemudian coba lakukan pengujian dari client linux Ubuntu. Di sini opsi –r menunjukkan port yang digunakan dan opsi –l menunjukkan user yang digunakan


Lakukan uji coba di putty dengan isikan ip address nya dan isi port nya yang sudah diganti tadi


Maka masuk dengan user tadi 

                                                


Konfigurasi Remote Access dengan Telnet di Debian 8.11



Telnet ( Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada internet atau jaringan area lokal untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal. Telnet dikembangkan pada tahun 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar internet pertama. Telnet memiliki beberapa keterbatasan yang di anggap sebagai risiko keamanan. Default port telnet yaitu 23. Syarat untuk melakukan remote access dengan telnet ini adalah antara client dengan server harus bisa saling berkomunikasi.

Berikut langkah-langkahnya:

Pertama masuk debian sebagai root


Install aplikasi telnet dengan perintah “apt install telnetd”. Sebelum install pastikan repositori lokal dahulu


Jika sudah selesai instalasi, berarti sudah bisa meremote server dari client. Untuk melakukan remote server jika sistem operasi client yang digunakan windows maka bisa menggunakan putty. Masukkan ip address dan isikan port default tenet yaitu 23 dan pilih telnet kemudian open



Di sini kita login tidak bisa menggunakan root. Jadi harus login menggunakan user biasa kemudian untuk berpindah ke user root memakai perintah su untuk memerlukan hak akses root


Konfigurasi File Transfer Protocol di Debian 8.11



FTP (File Transfer Protocol) merupakan protokol yang bertugas untuk menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer seperti mengunduh dan mengunggah file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan  UDP. Ada dua hal penting dalam FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP Server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP Client. Sedangkan yang di maksud dengan FTP Client adalah komputer yang di gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Jadi komputer yang sebagai ftp client harus terhubung dengan FTP Server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete dan sebagainya.

Untuk melakukan konfigurasi FTP Server ada beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan seperti proftpd, vsftpd. Di sini saya mencoba memakai proftpd.

Berikut langkah-langkahnya :

Install dahulu aplikasi proftpd nya dengan perintah “apt install proftpd”


Pilih y dan masukkan dvd-2 karena di sini saya menggunakan cd-room


Masukkan dvd nya dengan klik pada peranti kemudian pilih drive optik
kemudian pilih dvd nya


Pilih Paksa Unmount


Pilih standalone untuk menangani trafik yang besar



Terakhir lakukan uji coba dengan login ke ftp server di sini kita bisa menggunakan aplikasi filezilla, maupun windows explorer. Di sini saya menggunakan aplikasi filezilla. Host di isi ip nya server yaitu 192.168.29.1 username di isi user yang digunakan kemudian password nya juga maka otomatis akan di arahkan ke halaman home direktori user. Dan bisa melakukan pertukaran file maupun mengunggah file



Konfigurasi User Setara dengan Root di Debian 8.11



Pada lab ini membahas tentang membuat user yang setara dengan root. Tujuan membuat user tersebut karena jika tidak bisa menggunakan user root saat melakukan remote server melalui telnet atau ssh mengakibatkan tidak nyaman dan kerepotan juga tidak bisa melakukan mangement server dengan maksimal tanpa user root.

Berikut langkah-langkahnya:

Login ke server, masuk sebagai root

Kemudian install sudo, dengan perintah “apt-get install sudo”. Perlu di perhatikan sebelum melakukan install maka repostory lokal. Jika menggunakan dvd atau offline maka memasukkan dvd-1dan aplikasi tersebut terinstall


Selanjutnya membuat user baru yang akan dijadikan setara dengan root, pada user ini sebaiknya password nya berbeda dengan password user root. Perintahnya “adduser admin” di sini saya membuat user dengan nama admin



Konfigurasi sudo dengan perintah “ nano /etc/sudoers”


Edit file nya dengan menambahkan admin yaitu user yang di tambahkan tadi


Kemudian coba login sebagai user sudo dengan perintah “su admin”


Terakhir uji coba, dengan merubah konfigurasi ip address dengan perintah
 “sudo nano /etc/network/interfaces”


Masukkan password user tersebut maka bisa melakukan konfigurasi. Di sini membuktikan bahwa user admin memiliki hak akses setara dengan root saat menambahkan syntak “sudo” di depan setiap perintahnya



Konfigurasi Membatasi Akses SSH Pada User di Debian 8.11



Pada lab ini membahas tentang membatasi akses user di ssh karena akan menambah keamanan server kita. Jadi di sini nanti akan mengizinkan user tertentu saja yang bisa melakukan remote access. Jadi selain user itu maka tidak bisa meremote server.

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Pertama login ke server sebagai root

Kemudian menambahkan user yang mempunyai hak akses setara dengan root

Selanjutnya konfigurasi ssh, dengan mengedit file “/etc/ssh/sshd_config” tambahkan script “AllowUsers kits2”. Kits2 adalah user yang telah saya tambahkan tadi setara dengan root, dan AllowUsers adalah perintah untuk mengizinkan user tertentu untuk meremote access. Kemudian simpan konfigurasinya


Restart service ssh nya dengan “service ssh restart”


Terakhir lakukan pengujian dengan login sebagai user kits maka akses denied maka user ini tidak ijinkan untuk akses


Dan lakukan pengujian dengan login sebagai user kits2 maka bisa



Konfigurasi Disable Root Login SSH di Debian 8.11



Pada lab ini saya akan disable root access di SSH agar user yang login ke server SSH tidak langsung login sebagai root dan juga ini adalah salah satu fitur keamanan yang sangat penting yang perlu dilakukan di server. Karena jika password root sampai diketahui atau dibaca oleh orang lain bisa berakibat fatal.

Berikut langkah-langkahnya:

Masuk ke server sebagai root

Selanjutnya konfigurasi ssh, untuk melarang user root login ssh

Dengan perintah “nano /etc/ssh/sshd_config”. Pada “PermitRootLogin no “

Karena opsi untuk mengijinkan user root bisa login ke ssh atau tidak dengan memberikan nilai yes atau no pada opsi tersebut. Karena kita melarang maka “no”. Setelah itu simpan konfigurasinya


Kemudian restart service ssh dengan perintah “/etc/init.d/ssh restart


Selanjutnya menambahkan user, dengan perintah “adduser kits” di  sini saya membuat usernya dengan nama kits


Terakhir lakukan uji coba dengan login menggunakan root maka akses denied


Kedua coba login dengan menggunakan user biasa yang kita buat tadi


Konfigurasi Merubah Default Port SSH di Debian 8.11



Pada lab ini saya akan mencoba merubah port default ssh 22 menjadi 292. Tujuan saya merubah agar orang-orang yang tidak bertanggung jawab tidak bisa membobol server karena kebanyakan semua orang pasti tahu bahwa port default yang digunakan ssh adalah 22. Syarat ketika merubah port nya harus servis lain tidak menggunakan port tersebut. Apabila terdapat service yang sama port nya maka harus mengganti dengan port lain.

Berikut langkah-langkahnya:

Coba tulis perintah netstat –tanp |grep 292 perintah ini digunakan untuk melihat tidak ada service lain yang menggunakan 292


Kemudian merubah port default ssh 22 menjadi 292 di file /etc/ssh/sshd_config setelah selesai mengedit kemudian simpan file dengan ctrl+x kemudian enter dan lakukan restart service ssh nya


Setelah itu lakukan pengujian lagi dengan membuka putty dengan port yang sudah diganti tadi


Pilih yes jika ada notifikasi


Terakhir masuk debian dan coba masuk root